Info Terbaru 2022

Mengejutkan !! Pakar Dedah Identiti Sebenar Wong Fei Hung Yang Buat Ramai Umat Islam Terkejut

Mengejutkan !! Pakar Dedah Identiti Sebenar Wong Fei Hung Yang Buat Ramai Umat Islam Terkejut
Mengejutkan !! Pakar Dedah Identiti Sebenar Wong Fei Hung Yang Buat Ramai Umat Islam Terkejut

.com - Siapa yang tak tau dengan Wong Fei Hung, pahlawan kungfu asal China yang sangat dikenal dan banyak dipakai kehebatannya hingga keseluruh dunia. Namun sangat disayangkan selama ini kita hanya tau perihal kehebatannya je sebagai seorang pahlawan kungfu. Bila mana kalian tau identiti bersama-sama perihal wong fei hung maka Anda akan terkejut

Siapakah bersama-sama Wong Fei Hung ? Wong Fei Hung yaitu seorang Ulama, Ahli Perubatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga imej kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, kalau di-bahasa-arab- kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying yaitu seorang Ulama, dan tabib sangat menguasai ilmu penrubatan tradisional, serta sangat menguasai beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu).  Ayahnya mempunyai sebuah klinik perubatan berjulukan Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong).

(Harus di ingat gelaran fei ini juga merujuk kepada orang-orang cina muslim di negara kita seknorma dan akhlak berlalu dan silam,ie, kumpulan Hai San di Perak).

Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan(Harimau) Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu perubatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran kecerdikan pekerti sebagai Muslim menciptakan keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Kerana itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati keluarga Wong.

Pesakit klinik keluarga Wong yang meminta pinjaman perubatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak bisa membayar kos perubatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pesakit yang tiba dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah menentukan bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, tiruana dibantu tanpa pilih kasih. Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang rasuah dan penindas.

Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam. Wong Fei-Hung mula mengasah talenta beladirinya semenjak mencar ilmu kepada Luk Ah-

Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarnya dasar-dasar jurus Hung Gar yang menciptakan Fei Hung berjaya melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang menjadi lagenda.



Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan ahli dan luar biasaan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun yaitu seorang pendekar Shaolin yang terlepas dari bencana pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734. Hung Hei-Kwun ini yaitu pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang tiba dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea).

Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta pinjaman pasukan-pasukan bersenjata bangsa abnormal (Rusia, Inggris, Jepun),pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu nescaya akan berjaya mengusir pendudukan Dinasti Ch’in. Setelah mencar ilmu kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian mencar ilmu pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi sangat menguasai perubatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berjaya mengembangkannya menjadi ludang kecepeh maju.

Kemampuan beladirinya semakin tidak ringan dan sepele ditandingi knorma dan akhlak ia berhasil menciptakan jurus gres yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangankosong, Wong Fei-Hung juga sangat ahli memakai majemuk senjata.

Masyarakat Canton pernah menyaksikan eksklusif dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berjaya menewaskan ludang kecepeh dari 30 orang pahlawan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karana ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras. Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan banyak sekali cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu bencana perkelahian dengan cecunguk Canton .

Wong Fei-Hung tiga kali berumah tangga alasannya isteri-isterinya meninggal dalam usia pendek. Setelah isteri ketiganya meninggal, Wong Fei-Hung menetapkan untuk hidup sendiri hingga kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang wanita muda yang kebetulan juga sangat menguasai beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga final hayat. 

Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus wanita di perguruan tinggi suaminya. Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin(tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun

dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.

Wong Fei-Hung meninggal dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai insan yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang dimemberikankan Allah

kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan biar segala kebaikannya menjadi pola bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.
Advertisement

Iklan Sidebar